Apa Saja Manfaat dan Khasiat Jahe?

Jahe segar memiliki rasa yang lebih kuat daripada jahe bubuk. Kandungan gingerol, yang baik untuk kesehatan, masih tersebar luas di antara manfaat jahe segar. Untuk menikmati jahe segar, Anda bisa mencampurkan jahe dengan hidangan seperti olahan hidangan laut, topping salad, dan smoothie atau campuran jus.

Jahe terkenal karena aromanya yang khas dan digunakan di Cina, India, dan Timur Tengah sebagai bahan masakan dan sebagai obat alternatif. Saat memilih jahe, terutama jika Anda ingin menggunakannya untuk perawatan, Anda dapat memilih jahe yang masih segar, kokoh, halus dan tidak berjamur. Apa manfaat jahe yang bisa Anda dapatkan untuk kesehatan?

Apa Saja Manfaat dan Khasiat Jahe?

Namun, jika Anda memilih bubuk jahe, pastikan Anda memilih bubuk jahe murni. Minuman bubuk jahe yang dijual di pasaran biasanya sudah mengandung tambahan gula. Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan simpan di tempat yang kering, gelap, dan tidak lengket atau panas.

Manfaat jahe bagi kesehatan

1. Atasi masalah pencernaan

Manfaat jahe memiliki tradisi panjang dalam menangani masalah pencernaan. Jahe telah dikenal dari generasi ke generasi dan merupakan bahan alternatif untuk meringankan sistem pencernaan. Kandungan fenol dalam jahe digunakan untuk meredakan gejala iritasi gastrointestinal, merangsang air liur, mencegah kontraksi di perut dan mendukung pergerakan makanan dan minuman selama pencernaan. Jahe juga dikenal sebagai karminatif, suatu zat yang dapat membantu menghilangkan kelebihan gas dalam sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

2. Mengurangi mual

Manfaat jahe dapat meringankan mual yang disebabkan oleh mual di pagi hari, pusing, dan efek samping dari pengobatan kanker. Anda bisa makan jahe mentah atau minum dari situ. Jahe dalam bentuk permen juga dapat bekerja dengan baik, terutama jika Anda merasa sakit pada wanita hamil.

3. Meringankan rasa sakit

Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Georgia mengatakan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi nyeri otot yang disebabkan oleh olahraga hingga 25%. Manfaat jahe juga bisa menghilangkan rasa sakit akibat dismenore dan rasa sakit saat menstruasi. Satu studi menyebutkan bahwa 60% wanita merasa bahwa rasa sakit yang disebabkan oleh menstruasi mereda setelah makan jahe.

4. Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

Jahe adalah jenis makanan yang disebut diaphoretic. Manfaat jahe juga bisa memicu keringat. Berkeringat sangat bermanfaat jika Anda demam atau flu. Berkeringat tidak hanya mendukung proses detoksifikasi, tetapi juga melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi kulit. Para ahli memeriksa sejenis protein yang disebut dermicidin, yang diproduksi di kelenjar keringat dan melindungi tubuh dari bakteri seperti E. coli, Staphylococcus aureus dan jamur, yang dapat menyebabkan penyakit kulit.

5. Lindungi diri Anda dari kanker

Pasien kanker sulit tidur

Salah satu bahan dalam jahe yang berperan dalam pencegahan kanker adalah gingerol, fitonutrien dalam jahe yang juga memberi rasa unik pada jahe. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. University of Minnesota melakukan percobaan pada sekelompok tikus, pada kelompok yang diberi gingerol, ada 4 tikus dengan tumor usus besar, sedangkan pada kelompok yang tidak diberi gingerol, ada 13 tikus dengan pertumbuhan tumor. Menjelang hari ke-49 penelitian, semua tikus yang tidak diberi gingerol akhirnya disuntik sampai mati karena pertumbuhan tumor terlalu besar, sedangkan pada tikus yang diberi gingerol, tumornya setengah ukuran tikus yang mati. disuntikkan.

Peneliti yang sama kemudian menguji apakah gingerol tidak hanya dapat mencegah pembentukan tumor, tetapi juga mencegahnya menyebar dan mengurangi keparahan sel-sel tumor. Penelitian menunjukkan hasil positif. Gingerol dianggap mampu mencegah penyebaran dan kerusakan sel tumor yang sudah tidak bisa dioperasi.

6. Anti-inflamasi

Gingerol juga anti-inflamasi. Ini menjelaskan mengapa orang yang menderita penyakit sendi seperti osteoarthritis dan rematik mengalami lebih sedikit rasa sakit setelah makan jahe secara teratur. Makan jahe tidak hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga pembengkakan pada bagian yang sakit. Jahe dipercaya menghambat komponen yang berperan dalam proses inflamasi dalam tubuh, seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>