Harga Kubah Masjid Di Malang

Masjid Tiban dahulunya bukan merupakan bangunan masjid yang dikenal sekarang ini,melainkan adalah sebuah bangunan Pondok Pesantren yang mana usut punya usut berafiliasi aliran Salafiah,dengan nama Biharuu Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang mana pondok pesantren ini terletak di daerah Desa Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Disebut dengan nama Masjid tiban karena Konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa adanya sepengetahuan dari warga sekitar, dan menurut mitos masjid ini dibangun oleh jin dalam waktu hanya kurang dari semalam.

Harga Kubah Masjid Di Malang

Namun, ketika gosip ini dikonfirmasi kepada “orang dalam”, dikatakan bahwa pembangunan masjid tiban yang sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren secara keseluruhan semua bersifat transparan karena dikerjakan oleh para santri dan bantuan dari beberapa jamaah.

Perencanaan serta proses pembangunan masjid tiban ini pun juga tak bisa sembarangan. Hal ini di ungkapkan oleh Pencetus ponpes yang mana masyarakat biasa mengenal dan memanggilnya dengan Romo Kyai dan Bu Nyai yang mana berjasa dalam membangun masjid dan ponpes berdasarkan wejangan dari hasil shalat istikharah. Dan uniknya pemabungan masjid tiban ini murni dari para santri dan tak ada campur tangan arsitek apalagi alat berat selama pembangunan masjid.

Kemudian dari pihak pemilik serta pengasuh ponpes yang ada di Masjid turen ini mengklaim serta membantah bahwa pembuatan masjid tiban ini dari “orang dalam” yang mana dalam hal ini jelas sekali terpampang secara gamblang ketika berada di depan meja penerima tamu dengan tulisan yang sangat besar-besar,

“Apabila terdapat segelintir orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (atau dalam artian pondok yang muncul dengan sendirinya), dan dibangun oleh bangsa lelembut atau jin dsb., maka itu tidak benar sama sekali.

Seluruh proses pembangunan mulai pembuatan batu bata, pembuatan ornamen masjid, hingga pengadukan semen dilakukan secara manual oleh para santri. Maka saat menginjakkan kaki ke komplek seluas 6,5 hektar.

Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada awal tahun sekitar 1978 yang mana sang pendiri tersebut ialah Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang sangat akrab disapa dengan sebutan Romo Kiai Ahmad.

Secara menyeluruh bangunan utama pada pondok dan juga masjid tersebut setidaknya mempunyai 10 lantai, pada tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri Pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya.

Harga Kubah Masjid Di Malang

Ada hal yang cukup unik yang ada di dalam ponpes tersebut,yang mana juga tersedia adanya kolam renang, yang dilengkapi juga dengan perahu yang hanya khusus untuk dinaiki oleh wisatawan khusus nya anak-anak. Di dalam komplek ponpes itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung.

Arsitek dari pembangunan masjid tiban di turen ini sejatinya bukanlah seseorang yang ahli atau yang pandai dalam ilmu arsitektur lulusan perguruan tinggi, melainkan hasil dari sholat istikharah sang pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh.

Karenanya, tak heran jika bentuk masjid tiban ini menjadi sangat unik, seperti halnya bangunan dengan unsur timur tengah, china dan sedikit ornamen modern. Untuk pembangunannya pun juga tidak menggunakan bantuan berupa alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya murni dikerjakan oleh para santri yang mana kala itu berjumlah sekitar 275 orang dan beberapa penduduk yang bermukim di sekitar pondok.

Romo Kiai sudah mulai membangun pondok dengan material serta bahan apa adanya. Contohnya saja pada waktu itu adanya baru batu merah saja maka batu merah itulah yang dipasang dengan luluh (adonan) dari tanah liat (lumpur atau ledok).

Masjid Turen atau Masjid tiban ini terdiri dari lantai 10 yang mana ke 10 lantai tersebut dapat anda jelajahi dengan hanya menggunakan lift ataupun juga bisa dengan melalui anak tangga yang telah disediakan. Pada lantai dasar utama masjid ini terdapat sebuah pintu masuk yang dibuat berlorong dan dihiasi dengan gemerlap cahaya lampu yang mana telah memberikan kesan tersendiri. Disalah satu lantai tersebut anda juga bisa menemukan beragam toko yang menjual makanan ringan serta toko cinderamata.

Pada lantai sembilan Anda dapat melihat pemandangan yang indah baik itu didalam komplek atau diluar kompleks pendok pesantren. Puas menjelajahi masjid hingga lantai sembilan.

Anda bisa keluar dan menjelajahi toko yang menjual bermacam-macam cinderamata. Anda juga bisa mendapatkan kaset cd yang berisikan tentang pondok Pesantren Biharu Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah.

Selain itu disalah satu tempat terdapat area yang digunakan khusus untuk satwa, seperti kera, burung cenderawasih, rusa, burung kakatua, ayam bekantan dan beberapa macam satwa lainnya.

Jika Anda pertama kali mengunjungi tempat ini Anda akan diberikan kartu masuk yang nantinya harus Anda serahkan ke bagian informasi sekaligus mengambil kartu untuk keluar. hal ini dimaksudkan untuk kemanan. Akses menuju lokasi sangatlah mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Bangunan ini terdiri dari 10 lantai disertai dengan lift yang ada di dalamnya. Mulai dari gapura sampai pos masjid dibangun bergaya unik seperti bentuk candi.

Di lantai 1 dan lantai 2 kita akan mendapati sebuah tempat yang indah dan nyaman yang biasa digunakan pengunjung untuk bersua foro maupun beristirahat. Menapaki lantai 3, kita akan menemukan banyak aquarium dengan ragam ikan yang bermacam-macam.

Selanjutnya, ketika berada di lantai 4 biasanya digunakan untuk prosesi akad nikah. Di lantai 5 digunakan sebagai mimbar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari besar Islam lainnya. Lantai 6 digunakan untuk beristirahat para santri beserta keluarganya.

Supermarket dapat anda temukan ketika berada di lantai 7. Bagi para pengunjung yang ingin menyantap makan pun ada kios-kios dan juga tersedia cafeteria yang yang dapat anda temukan di lantai 8. Lalu di lantai 9 yang mana berbentuk gunungan dari bangunan masjid ini. Terakhir, di lantai 10 adanya puncak gunung. Kita bisa melihat keindahan dan kesejukan Kabupaten Malang.

Masjid Tiban ini memang mempunyai keunikan serta keindahan tersendiri yang mana hal ini tidak bisa dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya yang ada di Indonesia. Masjid Tiban ini kerap sekali dikunjungi oleh berbagai elemen masyarakat baik di sekitar Jawa Timur maupun Luar pulau sekalipun,yang mana destinasi masjid Tiban ini sangat cocok dan merupakan pilihan tepat untuk digunakan acara wisata religi. 

Jadi, bagi para pengunjung yang ingin melihat keberadaan masjid ini, datang langsung aja ke Masjid Tiban. Selain untuk mengobati rasa penasaran, Masjid Tiban juga bisa dijadikan list kamu untuk jalan-jalan bersama teman dan keluarga di Kota Malang, Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *